10 Ways Not to Lose Your Sh!t as a New Mom: A Scattered Memoir of Early Motherhood

10 Ways Not to Lose Your Sh!t as a New Mom: A Scattered Memoir of Early Motherhood

Kimia 12 prinsip kimia hijau,yaitu :
1. Pencegahan limbah
2. Manajemen atom yang baik
3. Proses sintesis kimia yang lebih aman
4. Merancang bahan kimia yang lebih aman
5. Desain untuk efisiensi energi
6. Kurangi produk turunan yang tidak perlu
7. Prosedur yang aman untuk mencegah kecelakaan.
8. Pencegahan populasi secara real- time
9. Desain produk yang lebih mudah terurai
10.Katalis
11.Gunakan bahan baku terbarukan
12.Penggunaan pelarut dan bahan pendukung yang lebih aman.

sebutkan masing masing 1 contoh 12 prinsip kimia hijau di atas

tolong di jawab dong kak​

12 prinsip kimia hijau,yaitu :
1. Pencegahan limbah
2. Manajemen atom yang baik
3. Proses sintesis kimia yang lebih aman
4. Merancang bahan kimia yang lebih aman
5. Desain untuk efisiensi energi
6. Kurangi produk turunan yang tidak perlu
7. Prosedur yang aman untuk mencegah kecelakaan.
8. Pencegahan populasi secara real- time
9. Desain produk yang lebih mudah terurai
10.Katalis
11.Gunakan bahan baku terbarukan
12.Penggunaan pelarut dan bahan pendukung yang lebih aman.

sebutkan masing masing 1 contoh 12 prinsip kimia hijau di atas

tolong di jawab dong kak​

1. Pencegahan (Prevention)

Lebih baik melakukan pencegahan terhadap produksi limbah, daripada mengolah dan membersihkan limbah. Sebagaimana telah dikemukakan, kimia hijau bertujuan mengurangi atau menghilangkan penggunaan bahan-bahan kimia yang berbahaya dengan mendesain dari produk-produk kimia dan prosesnya.

2. Ekonomi atom (Atom Economy)

Penerapan metode sintetis baru yang dirancang untuk memaksimalkan penggabungan semua bahan yang digunakan dalam proses ke dalam produk akhir.

Penerapan ini untuk menghasilkan limbah yang lebih sedikit. Dengan limbah yang sedikit, maka lingkungan jadi tidak terlalu rusak.

3. Sintesis kimia yang tidak berbahaya (Less Hazardous Chemical Syntheses)

Perancangan metode sintetis untuk menghindari penggunaan atau menghasilkan zat-zat beracun bagi manusia maupun lingkungan. Dengan merancangkan sintesis kimia yang aman, maka lingkungan dan manusia tidak akan rusak.

4. Merancang bahan kimia yang lebih aman (Designing Safer Chemicals)

Produk kimia yang dihasilkan harus dirancang untuk mempengaruhi fungsi yang diinginkan dan meminimalkan tingkat toksisitasnya.

5. Pelarut dan alat bantu yang lebih aman (Safer Solvents and Auxiliaries)

Sebisa mungkin meminimalkan atau menghindari penggunaan bahan pembantu (zat pelarut, zat pemisah, dan sejenisnya). Jika harus digunakan, maka gunakan bahan pembantu yang bersifat lebih aman atau tidak berbahaya bagi lingkungan.

6. Desain untuk efisiensi energi (Design for Energy Efficiency)

Persyaratan energi dari proses kimiawi untuk meminimalkan dampak terhadap lingkungan dan ekonominya. Apabila memungkinkan, maka sebaiknya metode sintetis dilakukan pada suhu dan tekanan sekitar.

7. Penggunaan bahan baku terbarukan (Use of Renewable Feedstocks)

Bahan mentah atau bahan baku yang digunakan harus dapat diperbaharui (jika memungkinkan secara teknis dan ekonomis). Dengan memperbaharui bahan baku yang telah digunakan, maka limbah pun akan berkurang.

8. Mengurangi derivatif atau turunan (Reduce Derivatives)

Mengurangi turunan yang tidak perlu (penggunaan kelompok pemblokiran, perlindungan, modifikasi sementara proses fisik atau kimiawi) atau dihindari apabila memungkinkan, karena langkah-langkah tersebut memerlukan reagen tambahan dan dapat menghasilkan limbah.

9. Katalisis (Catalysis)

Penggunaan reagen katalitis (selektif mungkin) lebih baik daripada reagen stoikiometri. Dari sisi kimia hijau, penggunaan katalis berperan pada peningkatan selektifitas, mampu meminimalkan penggunaan energi dalam suatu reaksi.

10. Desain untuk degradasi (Design for Degradation)

Produk kimia yang dihasilkan harus dirancang sedemikian rupa sehingga pada akhir fungsinya, produk tersebut dapat terurai menjadi produk degradasi yang tidak berbahaya dan tidak bertahan lama di lingkungan.

11. Analisis real-time untuk pencegahan polusi (Real-time analysis for Pollution Prevention)

Pengembangan metodologi analitik yang diperlukan untuk memungkinkan analisis real-time untuk pencegahan polusi, pemantauan dan pengendalian dalam proses sebelum pembentukan zat berbahaya.

12. Penggunaan bahan kimia yang Lebih Aman Secara Inheren untuk pencegahan kecelakaan (Inherently Safer Chemistry for Accident Prevention)

Penggunaan zat dalam proses kimia apabila memungkinkan menggunakan zat kimia yang berpotensi rendah kecelakaan, termasuk ledakan, kebakaran, dan sejenisnya.

______________________________

JADIKAN JAWABAN TERBAIK

[answer.2.content]